Si, seorang pewaris dari kalangan atas, bermimpi menjadi presiden perusahaan keluarganya. Namun, orang tuanya justru memberikan posisi itu kepada adik perempuannya, karena menganggap Si terlalu manja dan tidak bertanggung jawab, serta menghabiskan jutaan rupiah tanpa berpikir panjang. Ketika bisnis keluarga menghadapi krisis terkait perpanjangan sewa tanah yang krusial, negosiasi pun gagal—sampai akhirnya Klaokawi, pemilik tanah, mengajukan usulan yang tidak biasa: dia akan memperpanjang sewa hanya jika Si setuju untuk menikahinya. Meskipun gaya hidup mereka sangat bertolak belakang, perjanjian aneh ini membawa keduanya ke dalam hubungan yang tak terduga dan rumit.